Shatapatri, yang akrab disebut mawar seratus kelopak, menjadi identitas penting dalam tradisi Ayurveda dan kuliner klasik tertentu. Mawar ini—juga dikenal dalam bahasa Inggris sebagai “cabbage rose” atau “hundred-petalled rose”—dibedakan oleh kelopaknya yang banyak dan aroma yang harum, sehingga sering dikaitkan dengan olahan tradisional seperti gulkand.

Secara botani, bunga yang dalam literatur ilmiah dicatat sebagai Rosa × centifolia L. menempati posisi khusus karena asal-usulnya. Tanda silang (×) pada nama ilmiah tersebut menunjukkan bahwa tanaman ini adalah hasil persilangan, dan secara taksonomi masuk dalam keluarga Rosaceae.
Asal usul dan klasifikasi botani
Rosa × centifolia L. diakui sebagai bentuk hibrida buatan yang muncul dari gabungan beberapa spesies mawar. Dalam klasifikasi yang diterima, komponen penyusun hibrida ini melibatkan Rosa canina, Rosa gallica, dan Rosa moschata. Kombinasi sifat dari spesies-spesies tersebut menghasilkan tanaman dengan jumlah kelopak yang besar dan aroma khas yang menjadi ciri pembeda.
Penamaan ilmiah yang memuat simbol × bukan sekadar notasi formal; simbol ini menyiratkan proses pembiakan manusia yang menghasilkan varietas baru melalui perbantukan antarspesies. Keterkaitan dengan family Rosaceae menempatkan mawar ini dalam kelompok tanaman yang umum dipelajari karena nilai estetika dan kegunaan hortikulturnya.
Hubungan dengan tradisi Ayurveda dan gulkand
Dalam tradisi Ayurveda, nama Shatapatri kerap muncul sebagai rujukan pada mawar yang memiliki sifat harum dan menyejukkan. Keistimewaan aroma dan tekstur kelopak membuat mawar ini populer diolah dalam persiapan klasik, termasuk pembuatan gulkand—konserva kelopak mawar yang dikenal dalam kuliner tradisional.
Penyebutan Shatapatri dalam konteks tekstual tradisional menegaskan posisi tanaman ini bukan sekadar objek hortikultura, tetapi juga bagian dari praktik budaya yang mengaitkan bahan nabati dengan rasa dan aroma. Meski demikian, klasifikasi botani memastikan bahwa asal-usul tanaman ini merupakan hasil perkawinan silang yang terencana beberapa spesies Rosa.
Ciri khas dan penamaan umum
Mawar yang disebut “cabbage rose” atau “hundred-petalled rose” menggambarkan dua aspek yang langsung terlihat: bentuk yang menyerupai kepala kubis karena tumpukan kelopak, dan jumlah kelopak yang jauh lebih banyak dibandingkan varietas mawar biasa. Penamaan lokal dan internasional ini saling melengkapi dalam memperkenalkan tanaman kepada khalayak luas, baik di kalangan pembudidaya, perajin olahan tradisional, maupun penikmat bunga.
- Nama ilmiah: Rosa × centifolia L.
- Komponen hibrida: Rosa canina, Rosa gallica, Rosa moschata
- Keluarga: Rosaceae
- Nama umum: cabbage rose, hundred-petalled rose (mawar seratus kelopak)
Meski informasi populer sering menyorot aroma dan sifat pendingin yang melekat pada Shatapatri, identitas botani yang jelas membantu memastikan asal-usul dan struktur genetiknya. Pengakuan terhadap sifat hibrida memberikan konteks bagaimana varietas ini muncul dan berkembang dalam praktik hortikultura manusia.
Secara keseluruhan, Shatapatri tetap menjadi contoh bagaimana suatu tanaman dapat memiliki peran ganda: sebagai objek perhatian ilmiah dalam taksonomi tanaman dan sebagai elemen budaya dalam tradisi pengolahan bahan alami. Mawar seratus kelopak mempertahankan daya tariknya melalui kombinasi bentuk, aroma, dan keterkaitannya dengan warisan kuliner serta praktik tradisional.
