Homemadebymiriam.com – Eksportir beras mendesak pemerintah untuk memberikan perpanjangan DLTL selama tiga hingga enam bulan guna menjaga kelancaran pengiriman dan daya saing produk di pasar internasional. Permintaan ini muncul ketika pelaku usaha menilai insentif fiskal tersebut masih krusial untuk meredam tekanan biaya yang sedang meningkat.

DLTL, atau Duty and Tax Remission for Exporters, dianggap menjadi salah satu instrumen penting bagi pelaku ekspor. Para eksportir memperingatkan bahwa berakhirnya fasilitas ini berpotensi menghambat pengapalan beras yang saat ini sudah tertekan oleh konflik di wilayah Timur Tengah dan melonjaknya biaya pengiriman.
Alasan dorongan perpanjangan
Permintaan perpanjangan DLTL datang sebagai respons terhadap kondisi pasar internasional yang dinamis. Eksportir menilai bahwa tanpa kelanjutan insentif tersebut, margin usaha akan semakin tergerus oleh kenaikan biaya logistik dan risiko ketidakpastian akibat kondisi geopolitik.
Menurut para pelaku industri, DLTL membantu menutupi beban pajak dan biaya lain yang dibebankan pada proses ekspor. Dengan diperpanjangnya skema ini, mereka berharap dapat mempertahankan arus barang ke pasar utama serta menjaga harga kompetitif di tengah tekanan biaya yang menguat.
Dampak konflik dan biaya pengiriman
Konflik di wilayah Timur Tengah dan lonjakan biaya pengiriman menjadi dua faktor utama yang disebut-sebut memperberat posisi eksportir. Gangguan rute pelayaran, meningkatnya premi asuransi, serta tarif angkutan yang lebih tinggi disebut-sebut meningkatkan keseluruhan ongkos ekspor.
Dalam situasi seperti ini, skema insentif fiskal menjadi salah satu penyangga yang memungkinkan eksportir menyesuaikan harga jual tanpa harus sepenuhnya menanggung kenaikan biaya. Tanpa dukungan tersebut, pelaku usaha bisa menghadapi tekanan likuiditas dan daya saing produk di pasar tujuan.
Risiko jika fasilitas berakhir
Eksportir memperingatkan bahwa berakhirnya DLTL berisiko mengganggu kontinuitas pengiriman dan mengurangi volume ekspor. Mereka menilai perpanjangan sementara selama tiga sampai enam bulan dapat memberi waktu bagi industri dan pemerintah untuk menilai kondisi pasar dan merencanakan langkah lanjutan.
Permintaan perpanjangan ini juga dimaksudkan untuk memberi kelonggaran operasional sehingga eksportir dapat menyesuaikan kontrak, mengatur kembali rantai pasok, dan mencari alternatif logistik tanpa harus menghadapi beban biaya yang tiba-tiba meningkat.
Langkah yang diharapkan pelaku usaha
Selain perpanjangan waktu, eksportir berharap ada komunikasi yang jelas dari pihak berwenang mengenai kebijakan lanjutan terkait insentif ekspor. Kejelasan tersebut dinilai penting untuk perencanaan bisnis jangka pendek dan menengah, serta untuk menjaga stabilitas pasokan ke pasar internasional.
Para pelaku industri menilai bahwa keputusan cepat mengenai perpanjangan DLTL akan membantu mengurangi ketidakpastian sehingga eksportir dapat fokus pada operasional dan pemenuhan komitmen ekspor.
Dengan kondisi pasar yang masih penuh tantangan, langkah pemerintah dalam menentukan kebijakan fiskal dan dukungan logistik dinilai akan sangat mempengaruhi daya saing produk ekspor ke depan.
Para eksportir berharap bahwa kebijakan yang diambil mempertimbangkan tekanan eksternal saat ini dan memberikan ruang bagi industri untuk beradaptasi sebelum skema DLTL disesuaikan atau dihentikan.
